Loading...
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Menakjubkan..!! Disetelin Murottal, Tanaman Ini Lebih Cepat Tumbuh

08.17 Add Comment



Bukan hanya manusia, tanaman juga dapat terpengaruh oleh bunyi-bunyian yang ia dengar. Dan ternyata bunyi suara murottal (tilawah al Qur’an) dapat mempercepat pertumbuhan sebuah tanaman.

Berikut ini informasi terkait hal tersebut yang kami dapatkan dari sebuah akun facebook. Akun tersebut menulis seperti ini:

Sumber : Mustofa

Penelitian siswi kelas XII MAN Insan Cendekia Gorontalo tentang proses pertumbuhan tanaman yang diperdengarkan musik dan murottal.

 Hasilnya tanaman yang diperdengarkan murottal pertumbuhannya lebih bagus, subur, & kokoh.

Berbeda dengan tanaman yang diperdengarkan musik klasik, ternyata terlihat tanda-tanda kematian sebelum berbunga.

Ambil hikmahnya ya!!!!

Maha Besar Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala Sesuatu.
---------------****------------

Sungguh Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tak ada keraguan di dalamnya. Segala khabar beritanya benar dan tak sedikitpun ada kedusataan. Ia menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa dan bagi seluruh manusia. Ia juga menjadi obat bagi raga dan jiwa. Siapa saja yang mengimaninya, ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhiratnya. 


SEORANG DA’I TIDAK HARUS BERTITEL TINGGI

07.12 Add Comment



SEORANG DA’I TIDAK HARUS BERTITEL TINGGI

Para ulama berpendapat bahwa hukum dakwah adalah wajib bagi setiap muslim sesuai dengan kemampuannya. Namun, ketika kita ingin melaksanakan kewajiban tersebut timbul rasa was-was karena kita merasa belum cukup ilmu. Apalagi tidak sedikit orang yang melemahkan tekad kita seraya mengatakan, “kamu belum pantas berdakwah karena kamu tidak punya gelar...”. “Ust. Fulan lulusan mana sih..?”, “Mau dakwah? Emang sudah hafal seluruh al Qur’an?”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menajatuhkan mental sang da’i.

Tahukah Anda..?? Da’i tidak harus memiliki tingkat ilmu yang tinggi..!!

Memang betul, semakin tinggi pendidikan sang da’i, semakin baik dan utama. Namun, bukan berarti orang yang pendidikannya rendah lantas tidak punya kesempatan untuk berdakwah. Ia tetap memiliki kewajiban berdakwah sesuai dengan ilmu yang dia miliki. Asal yang didakwahkan adalah ilmu yang benar.

Syaik Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin pernah ditanya terkait masalah di atas:

Pertanyaan:
Apakah berdakwah itu wajib atas setiap Muslim dan Muslimah, atau hanya wajib atas para ulama dan para thalib ‘ilm (para penuntut ilmu syar’i)?

Jawaban:
Jika seorang mengetahui betul dan mengetahui permasalahan dengan yakin (mantap) apa yang didakwahkan, maka tidak ada bedanya, apakah ia seorang ulama besar yang diakui kredibilitas dan kapabilitasnya atau seorang thalib ilm yang serius atau hanya seorang awam, karena Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:
بَلِّغُ عَنِّي وَلَو آيَةً
“Sampaikanlah apa yang berasal dariku walaupun hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

Tidak disyaratkan bagi seorang juru dakwah untuk mencapai tingkat tinggi dalam segi keilmuan, tapi disyaratkan menguasai topik yang diserukannya. Adapun melaksanakannya tanpa ilmu, atau hanya berdasarkan kecenderungan, maka itu tidak boleh. (kutipan fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin, Kitabud Da’wah (5), (2/158-159))
Sumber: Kitab Al-Fatawa asy-syar’iyyah Fi al-Masa’il al-‘ashriyyah Min Fatawa Ulama’ al-Balad al-Haram.
Edisi Indonesia: Fatwa-fatwa Terkini (2)


Seorang Pemuda Palestina Syahid Setelah Membunuh 3 Pemukim Zionis Dengan Sebilah Pisau

08.06 Add Comment



Di saat orang rame-rame melakukan aksi demonstrasi menumpahkan kemarahan mereka atas ditutupnya Masjid Al-Aqsha oleh penjajah Zionis kemarin, Jum’at (21/7/2017) yang juga disebut sebagai "Intifadhah Ummat", seorang pemuda Palestina bernama, Umar Abad melakukan aksinya dengan caranya sendiri. Ia terguncang dengan pemandangannya saat Muhammad Abu Ganem yang gugur di rumah sakit Maqoshid Al-Quds.

Umar Al Abad mengambil sebilah pisau dan menyelinap masuk ke wilayah pemukiman Yahudi Halamish Israel saat malam, lalu membunuh tiga pemukim Zionis dan melukai yang lainnya dalam aksi balasan yang ia lakukan atas penutupan Masjid Al-Aqsha serta meninggalnya tiga syuhada Al-Quds. Ia pun gugur syahid. Namun sebelum melakukan aksinya, Umar Al Abad menulis WASIAT di halaman facebooknya. Isinya sungguh mengandung pesan yang sangat menggetarkan.

Berikut wasiat yang ditulis Asy-Syahid Umar  Al Abad:

"Wasiatku Untuk Kalian"

Bismillahirrahmanirrahim,
"Saya pemuda yang belum genap 20 tahun. Saya punya mimpi dan obsesi yang sangat besar. Saya merindukan kehidupan ini merenda senyuman bagi orang-orang. Akan tetapi saya tak bisa membiarkan diri saya berdiam diri, tidur enak-enakan, sementara tempat Isra Rasulallah dinodai, wanita dan para pemudanya dibunuhi."

"Kalian yang suka menahan senjata kalian yang tidak kalian keluarkan kecuali di saat-saat tertentu saja. Janganlah biarkan diri-diri kalian. Mereka telah mengobarkan perang terhadap Allah dan RasulNya dan telah menutup Masjid Al-Aqsha. Bukankah Allah mempunyai hak atas kalian??"

"Yang aku punya hanya sebilah pisau, aku akan penuhi panggilan Masjid Al-Aqsha. Adapun kalian, maka aib bagi kalian. Fitnah (kezaliman) berkobar di depan kalian. Allah akan minta pertanggung jawaban kalian. Kalian akan dihisab dan akan ditanya oleh Allah tentang sikap kalian."

"Wahai kaum kera dan babi (Zionis), jika kalian tidak membuka pintu Al-Aqsha, saya yakin akan datang setelahku para pejuang yang akan memukul kalian dengan besi, saya ingatkan kalian!!"

Terakhir Umar Abad berpesan agar jasad dirinya nanti dibungkus dengan bendera Rasulallah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, kepalanya ditutupi dengan selendang Al-Qossam, di dadanya ditaru topi Abu Ammar (Yasir Arafat), dan terakhir beliau untuk bangsa Palestina,  “Kalian harus bersatu”.

Akhukum biidznilahi syahid

(Umar Al Abad)
[Sumber: facebook]



Liputan Liqo’ Syawal HASMI 2017

07.27 Add Comment

Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami (HASMI) telah sukses menyelenggarakan Liqo’ Syawal 16 Juli 2017/ 22 Syawwal 1438 H. Lebih dari 1000 orang hadir dalam acara yang diselenggarakan di Masjid Raya HASMI, Ali bin Abi Thalib Bogor.

Ust. Dr. M. Syarbini, M.H.I (Ketum HASMI) mampu memberi semangat para hadirin untuk mengaplikasikan berragam amal kebaikan yang telah beliau sampaikan dalam ceramah sesi pertama bertema “Bunga Rampai Al-Khairat”. Ust. Supendi, S.Sy hadir dalam materi kedua melengkapi apa yang telah disampaikan oleh Ust. Syarbini sehingga berlimpahlah ilmu pada pertemuan Liqo’ Syawal HASMI saat itu.

Di tengah-tengah antara pemateri pertama dan pemateri kedua, Ust. Yusuf Supriyadi, S.Pd.I tampil menyampaikan program-program pendanaan HASMI dan disambut antusias para jama’ah Liqo’ Syawal. Dalam waktu kurang dari 30 menit, panitia mampu mengumpulkan dana lebih dari 12 juta rupiah untuk program dakwah HASMI. Panitia mengucapkan, jazakumullah khairan katsiran.  

Sesi terakhir adalah sesi inti dari Liqo’ Syawal HASMI tahun ini. Tiba saatnya Dewan Harian HASMI (Dewan H2) mempimpin forum liqo’ syawal dengan materi koordinasi dakwah. Ust. M. Haidaril Iltizam, M.Pd.I (ketua Dewan H2) membuka forum dengan motivasi dakwah yang meggelora. Beliau menyampaikan pesan yang intinya bahwa dakwah adalah sebaik-baik profesi. Tak ada yang lebih mulia daripada dakwah!

Seolah tak mau kehilangan momen terbaik, Ust. Anas Abdillah, S.Ud selaku ketua Divisi Dakwah Offline memberi kesempatan kepada para anggota HASMI yang sudah tergabung dalam USROH untuk menyampaikan testimoninya. Tiga orang peserta memberikan kesaksian bahwa di dalam USROH HASMI banyak sekali manfaatnya. Belajar agama lebih fokus, nyaman, santai tapi tetap serius. Kekompakan sesama anggota pun sangat terbangun kuat. Ketika ada salah satu anggota USROH membutuhkan bantuan, maka anggota USROH yang lain segera datang dan memberikan bantuan. Dari koordinasi ini, 44 peserta dari Bogor, Tangerang, Depok dan Banten siap bergabung dalam USROH HASMI.

Ust. M. Ilyas, S.Kom mengajak seluruh peserta untuk ikut andil dalam penyebaran dakwah melalui media online. Manfaatkan HP Android Anda untuk dakwah, sebarkan informasi-informasi dakwah HASMI di grup-grup WA, telegram, facebook, instagram dan media-media lainnya.

Sebelum acara ditutup, Ust. Yusuf Supriadi kembali mengingatkan kepada jama’ah peserta liqo’ syawal untuk terus berjihad dengan jiwa dan harta-harta kita. Banyak sekali saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan dakwah kita untuk mereka. Untuk itu jangan ragu untuk berinfak di jalan dakwah, semoga program-program HASMI bermanfaat untuk mereka.

Panitia mengucapkan, jazakumullah khairan katsiran kepada seluruh peserta yang telah hadir dalam acara Liqo’ Syawal tahun ini. Insyaallah tahun depan HASMI akan kembali menggelar Liqo’ Syawal 2018. Nantikan kegiatan-kegiatan HASMI lainnya seperti Tabligh Akbar, Kajian Umum (KU), Seminar-seminar, dan lain-lain.


[Relawan Media HASMI]


DOKUMENTASI LIQO' SYAWAL 2017


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 MIZAR


LUAR BIASA, MA’HAD HUDA ISLAMI KADATANGAN 133 MAHASISWA BARU

03.28 Add Comment

LUAR BIASA, MA’HAD HUDA ISLAMI KADATANGAN 133 MAHASISWA BARU

Hari ini, Senin 10 Juli 2017 Ma’had Huda Islami (MHI) menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2017. Sejak hari Jum’at kemarin, calon mahasiswa sudah berdatangan dari berbagai daerah. Puncaknya adalah pada hari Ahad 9 Juli 2017. Sebanyak 133 mahasiswa baru telah aktif di MHI.


Mahasiswa ini akan menjalani pendidikan selama empat tahun sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah Bogor dalam Program Pendidikan Da’i Nusantara (PPDN) yang diselenggarakan oleh MHI. Dalam masa empat tahun itu mereka akan mendapat tarbiyyah keagamaan selama dua tahun penuh di MHI dan dua tahun selebihnya mereka mendapat kesempatan bertugas di lapangan dakwah.


Jumlah total mahasiswa yang sedang berlajar di MHI sebanyak 193 orang dengan rincian, mahasiswa angkatan 2016 sebanyak 60 orang dan mahasiswa baru angkatan 2017 sebanyak 133 orang.

MHI masih membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk angkatan tahun ini sebanyak 67 calon mahasiswa dan tahun 2018. Silahkan Anda bisa mendaftar dari sekarang. Kunjungi di sini: MHI Menerima Mahasiswa Baru. 

 MIZAR

JANGAN TAKUT BERUBAH

01.28 Add Comment
  

Oleh Abu Malik

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Setiap yang bergerak, harus berubah! Jika tidak berubah, ia akan kaku dan beku. Alam semesta dan setruktur yang ada pada tubuh manusia pun mengalami perubahan-demi perubahan. Kita saksikan dengan jelas, setelah siang akan datang waktu malam. Matahari tenggelam digantikan oleh bulan. Begitu juga struktur tubuh manusia, ia berubah dan terus berkembang. Dari bayi menjadi kanak-kanak, berubah menjadi remaja, meningkat lagi menjadi dewasa, meningkat lagi menjadi tua, dan seterusnya.

Perubahan yang positif akan menghasilkan suatu kebaikan. Sedangkan statis akan membawa kepada kehancuran. Air yang berubah dan bergerak mengalir akan tetap baik dan suci. Sedangkan air yang diam dalam sebuah kubangan akan menjadi rusak terkontaminasi oleh banyak hal. Demikian juga dengan kehidupan manusia, jika tidak beradaptasi dengan keadaan, maka ia akan tergilas oleh perkembangan zaman.

Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami (HASMI) adalah sebuah organisasi dakwah Islam bermanhaj ahlussunnah wal jama’ah yang bertujuan mewujudkan Masyarakat Islami di Indonesia. Layaknya organisasi yang lain, HASMI akan terus beradaptasi dengan zaman agar tidak tergilas oleh roda perkembangan. Langkah demi langkah perubahan paradigma telah dilaluinya. Sejak tahun 2005 sampai sekarang, HASMI telah banyak mengalami perubahan demi perubahan. Mulai dari kepanjangan akronim HASMI sampai dengan program-program dakwahnya. Struktur kepengurusannya pun kerap kali berganti personil. Tentu ini bukan suatu hal baru.

Pada hari ini, 4 Juni 2017 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1438 H, HASMI secara resmi mengumumkan kepada struktur dan anggota daerah sebuah perubahan baru. Pertemuan ini dikemas dalam acara “KONSOLIDASI DAN SOSIALISASI PARADIGMA DAKWAH HASMI MASA DEPAN”. Sebelumnya, pada hari Rabu 31 Mei 2017, HASMI telah mensosialisasikan perubahan ini kepada seluruh kader dan aktivis HASMI Pusat di Masji Ali bin Abi Thalib. Perubahan yang disampaikan pada pertemuan tersebut adalah mengenai kepanjangan akronim HASMI yang sebelumnya Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami berubah menjadi Himpunan Ahlussunnah untuk Masyarakat Islami. Adapun visi dan misi dakwah HASMI tidak berubah.


Perintah Berubah Dalam Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfrman:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡۗ
“..Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” (QS. Ar-Ra’d: 11)
  
Ayat di atas mengisyarakatkan kepada kita, jika seseorang atau suatu organisasi ingin meraih sukses dalam dakwahnya, maka ia harus melakukan perubahan demi perubahan dengan memperhatikan keadaan pada saat itu.


Tak Perlu Kecewa Dengan Perubahan

Sebagian aktivis dakwah merasa kecewa dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh HASMI. Tidak sedikit di antara mereka kemudian hengkang dari jama’ah ini. Walaupun pada akhirnya mereka menyesali perbuatannya dan menyatakan diri ingin kembali kepada HASMI.

Menyikapi perubahan dengan husnuzon adalah suatu kindahan dalam diri seorang aktivis dakwah. Optimis menatap masa depan harus menjadi motor penggerak dalam meraih kesuksesan di setiap fase dakwahnya. Tak perlu kecewa! Apalagi harus menyatakan resign dari dakwah hanya karena sedikit perubahan dalam sebuah jama’ah dakwah. Ketahuilah bahwa boleh jadi perubahan tersebut adalah langkah kemajuan bagi sebuah organisasi dakwah.

Mari kita perhatikan ayat-ayat Al Qur’an berikut ini:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا ١٩
“..Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦
“..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Boleh jadi Allah akan menjadikan banyak kebaikan di dalam perubahan paradigma dakwah HASMI ini. 

Semoga dengan perubahan demi perubahan yang dilakukan oleh HASMI akan semakin memberikan banyak kebaikan bagi umat ini. Sukses untuk HASMI dan untuk organisasi-organsisasi dakwah ahlussunnah lainnya. Aamiin.
[Relawan Media HASMI]



DOKUMENTASI PERTEMUAN



=================================


=================================


=================================


=================================


=================================

Buka bersama para aktivis HASMI


=================================


=================================


=================================

Dilanjutkan shalat maghrib berjama'ah


=================================